Sistem Pendeteksi Dan Penginformasi Potensi Terjadinya Banjir Berbasis IoT

Authors

  • Veny V. Ponggawa Politeknik Negeri Manado
  • Johan F. Makal Politeknik Negeri Manado
  • Ali A. S. Ramschie Politeknik Negeri Manado

DOI:

https://doi.org/10.65485/elektrik.v1i1.331

Keywords:

Banjir, Smart phone, Sensor

Abstract

Salah satu dampak yang diakibatkan oleh pemanasan global adalah perubahan iklim yang tak menentu. Perubahan iklim yang tak menentu ini berdampak pada siklus musim kemarau dan musim hujan. Intensitas curah hujan yang banyak akan berdampak pada kejenuhan tanah dalam menyerap air, sehingga air hujan akan lebih cepat menuju ke bagian-bagian permukaan tanah yang lebih rendah, sehingga dapat mengakibatkan bencana banjir.

Penelitian ini bertujuan membuat suatu sistem yang dapat mendeteksi terjadinya banjir berbasis IoT, dengan memanfaatkan sensor hujan sebagai media pendeteksi terjadinya hujan dan sensor ultrasonic sebagai media pendeteksi ketinggian permukaan air sebagai penginformasi terjadinya banjir. Data dari kedua sensor tersebut akan diolah oleh mikrokontroler, selanjutnya dikirimkan ke web server melalui komunikasi wifi. Informasi terjadinya banjir dapat dipantau melalui smartphone android.

Dari hasil pengujian yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa saat ketinggian air telah lebih dari 5 cm, maka sistem akan menginformasikan lewat pengiriman alert ke smartphone bahwa status berada pada siaga 3. saat ketinggian air telah lebih dari 10 cm, maka sistem akan menginformasikan lewat pengiriman alert ke smartphone bahwa status berada pada siaga 2. saat ketinggian air telah lebih dari 12 cm, maka sistem akan menginformasikan lewat pengiriman alert ke smartphone bahwa status berada pada siaga 1.

References

[1] Sudarmadji. Analisa Unit Kualitas Air Tanah di Daerah Aliran Kali Serayu. (Skripsi: Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, (1975)
[2] User Manual V1.2 ESP8266 NodeMCU WiFi Devkit, Handson Technology
[3] Kadir, Abdul. 2013. Paduan Praktis Mempelajari Aplikasi Mikrokontroler Dan Pemrogramannya Menggunakan Arduino. Yogyakarta: ANDI.
[4] Istiyanto, J. 2014. Pengantar Elektronika & Instrumentasi: Pendekatan Arduino & Android. Yogyakarta: ANDI
[5] Internet Of Things (IoT), http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/67798/Chapter%20II.pdf?sequence=4&isAllowed=y
[6] -, Android (Sistem Operasi), Dipetik Mei 13, 2018 dari https://id.wikipedia.org/wiki/Android_(sistem_operasi),
[7] Nurhayati, 2012, Rancang Bangun Alat Deteksi Curah Hujan, Skripsi, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makasar.
[8] Farzand Abdulatif, Hartono, Niko S. Uletika, 2012, Rancang Bangun Sistem Pemantau Curah Hujan Secara Realtime Menggunakan Sensor Kecepatan Aliran Fluida Dengan Efek Hall, Jurnal LPPM Universitas Jendral Sodirman Purwokerto, Vol. 3, No.1
[9] A. A. S. Ramschie and J. F. Makal, “Method of Freon Leak Detection and Dirty Air Filter in Air Conditioning for Electrical Savings,” Int. J. Comput. Appl., vol. 172, no. 1, pp. 35–40, 2017.
[10] A. A. S. Ramschie and J. F. Makal, “Algorithms Air Conditioning Air Filter Detection System for Electric Energy Savings,” Int. J. Comput. Appl., vol. 156, no. 8, pp. 29–34, 2016.
[11] M. Syahwil, Panduan Mudah Simulasi dan Praktek Mikrokontroler Arduino. Andi, 2014

Published

2022-06-01

Most read articles by the same author(s)