Kompensasi Non-Finansial berbasis Kearifan Lokal untuk Menekan Angka Turnover Intentions Pekerja UMKM di Manado
Keywords:
kearifan lokal, kompensasi non-finansial, metode kualitatif, turnover intentionsAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka turnover intentions pekerja UMKM di Kota Manado akibat keterbatasan kemampuan finansial usaha kecil dalam memberikan upah tinggi. Guna mengatasi masalah tersebut, penelitian ini mengeksplorasi potensi kompensasi non-finansial dengan mengintegrasikan nilai sosio-kultural lokal sebagai solusi alternatif yang efisien bagi pelaku usaha. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan yang terdiri atas pemilik dan pekerja UMKM, lalu diuji keabsahannya menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian berhasil memformulasi Model 3B-M (Baku-Sayang, Baku-Bantu, Baku-Hargai lewat Mentoring Mapalus). Temuan menunjukkan bahwa internalisasi falsafah Sitou Timou Tumou Tou dalam bentuk pengakuan martabat, dikombinasikan dengan fleksibilitas kerja berbasis gotong royong (Mapalus), mampu membangun keterikatan emosional pekerja yang kuat. Pendekatan kultural yang humanis ini terbukti efektif meredam keinginan karyawan untuk berpindah kerja tanpa membebani arus kas operasional perusahaan. Pentingnya hasil penelitian ini terletak pada kontribusinya dalam menyediakan cetak biru manajemen SDM taktis berbasis kearifan lokal. Model ini menjadi panduan praktis bagi pelaku UMKM untuk menjaga stabilitas operasional, mengunci loyalitas karyawan, serta mendorong keberlanjutan ekonomi daerah jangka panjang.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Friska Jutresia Papia, Alfian R Poluan, Arifmanuel Kolondam, Fresi Bearix Lendo, Kevin K Pangemanan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



