Alat Pengering Simplisia Kentos Kelapa (Cocos nucifera): Studi Potensi

Authors

  • Karlah Lifiie R. Mansauda Universitas Sam Ratulangi
  • Stieven Netanel Rumokoy Politeknik Negeri Manado
  • Adriyan Warokka Politeknik Negeri Manado
  • I Gede Para Atmaja Politeknik Negeri Manado
  • Christopel H. Simanjuntak Politeknik Negeri Manado
  • Arief Perdana Kumaat Politeknik Negeri Manado

DOI:

https://doi.org/10.65485/elektrik.v2i1.583

Keywords:

Alat pengering, Simplisia, Kentos Kelapa

Abstract

Salah satu bagian kelapa yang belum dimanfaatkan dengan baik adalah bagian kentos buah kelapa. Pada beberapa daerah kentos kelapa masih dipandang sebagai sampah/limbah, padahal kentos kelapa memiliki kandungan yang berpotensi menjadi obat. Pada proses pembuatan obat, kentos kelapa perlu dibuat dalam bentuk simplisia. Tantangan lainnya adalah kentos kelapa perlu diproduksi dengan kondisi yang bersih. Pengering dengan tipe pemanasan melalui pembakaran dan atau pengeringan langsung dari matahari rentan terkontaminasi senyawa lainnya. Oleh sebab itu salah satu solusinya adalah dengan menggunakan pengering elektrik yang lebih baik dalam menjaga kualitas simplisia kentos kelapa.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi pemanfaatan kentos buah kelapa (Cocos nucifera) melalui pembuatan alat pengering untuk produk simplisia. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan studi literatur untuk mengumpulkan informasi mengenai penelitian yang ada yang terkait dengan topik pembahasan ini. Metode linnya adalah dengan metode studi deskriptif yaitu dengan wawancara mengenai potensi alat pengering simplisia. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa diperlukan alat pengering untuk aplikasi simplisia kentos kelapa dengan desain tertentu untuk dapat digunakan sebagai aplikasi seperti bahan dasar obat.

References

[1] A. Saputra and S. Afriyatna, “SALURAN PEMASARAN KOMODITI KELAPA (Cocos nucifera L) DI DESA TELUK PAYO KECAMATAN BANYUASIN II KABUPATEN BANYUASIN,” Soc. J. Ilmu-Ilmu Agribisnis, vol. 7, no. 1, p. 79, 2018, doi: 10.32502/jsct.v7i1.1139.
[2] D. Bakce, “POTENSI WILAYAH DAN ANALISIS PENDAPATAN USAHA KOPRA PUTIH DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR,” J. Agribisnis, vol. 24, no. 2, pp. 210–218, 2022.
[3] M. Idris and A. Armi, “Rancang Bangun Alat Pengolahan Santan Kelapa Menjadi Virgin Coconut Oil,” Metana Media Komun. Rekayasa Proses dan Teknol. tepat guna, vol. 18, no. 1, pp. 71–76, 2022, doi: 10.14710/metana.v18i1.45103.
[4] D. A. I. Pramitha, P. A. Suantari, P. D. Gmelina, I G. M. Suradnyana, and P. E. S. K. Yuda, “KUALITAS MINYAK OLES YANG DIPRODUKSI DARI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN BUNGA CENGKEH DENGAN VARIASI SUHU PEMANASAN,” J. Kim. (JOURNAL Chem., vol. 16, no. 2, pp. 149–161, 2022, doi: https://doi.org/10.24843/JCHEM.2022.v16.i02.p04.
[5] I. Emilia, Y. P. Putri, D. Novianti, and M. Niarti, “Pembuatan Virgin Coconut Oil ( VCO ) dengan Cara Fermentasi di Desa Gunung Megang Kecamatan Gunung Megang Muara Enim,” Sainmatika, vol. 18, no. 1, pp. 88–92, 2021, doi: 10.31851/sainmatika.v18i1.5679.
[6] N. Yusriani, “PENGARUH MEDIA TANAM SABUT KELAPA (Cocopeat) DAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum Frutencens L),” Hijau Cendekia, vol. 7, no. 1, pp. 41–45, 2022, doi: 10.32503/hijau.v7i1.2257.
[7] I. G. P. Atmaja and S. N. Rumokoy, “Pemanfaatan Arang Tempurung Kelapa Untuk Menurunkan Nilai Resistansi Tanah Pada Sistem Pentanahan Tenaga Listrik,” Fokus Elektroda, vol. 04, no. 04, pp. 4–8, 2019.
[8] A. Pradawahyuningtyas, M. Priastomo, and L. Rijai, “Antianemic Activity of Coconut (Cocos nucifera) Haustorium Waste Filtrate in Mice Induced by Sodium Nitrite,” ad-Dawaa’ J. Pharm. Sci., vol. 3, no. 2, 2020, doi: 10.24252/djps.v3i2.16477.
[9] A. Azis and G. Rinding Lawan, “PENGARUH EKSTRAK KENTOS KELAPA (Cocos nucifera L.) TERHADAP PENURUNAN IMMOBILITY TIME SEBAGAI ANTIDEPRESAN PADA MENCIT (Mus musculus),” J. Kesehat. Yamasi Makassar, vol. 4, no. 1, pp. 1–8, 2020, [Online]. Available: http://
[10] Y. Wahyu Tri Mulyani, A. Rokiban, and S. Putu, “EFEK ANTIDIARE FRAKSI ETANOL BAKAL BUAH KELAPA (Cocos nucifera L.) TERHADAP MENCIT PUTIH (Mus musculus),” SNPPM-3 (Seminar Nas. Penelit. dan Pengabdi. Kpd. Masyarakat), vol. 3, p. 2021, 2021.
[11] E. A. Agassi, R. W. Damayanti, and S. I. Cahyono, “Penentuan Konsep Perancangan Alat Pengering Simplisia Jahe Menggunakan Sumber Panas Sinar Matahari Dengan Backup Panas Kompor Biomassa,” J. Tek. Ind., vol. 10, no. 3, pp. 179–186, 2015, doi: 10.12777/jati.10.3.179-186.
[12] N. Hardianti, R. W. Damayanti, and F. Fahma, “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Pengeringan Simplisia Menggunakan Solar Dryer Dengan Konsep Udara Ekstra,” Pros. SNST, vol. 08, no. 1, pp. 6–11, 2017.
[13] A. Husna, R. Khathir, and K. Siregar, “Karakteristik Pengeringan Bawang Putih (Allium sativum L) Menggunakan Pengering Oven,” J. Ilm. Mhs. Pertan., vol. 2, no. 1, pp. 338–347, 2017, doi: 10.17969/jimfp.v2i1.2178.
[14] M. A. Dharma, K. A. Nocianitri, and N. L. A. Yusasrini, “Pengaruh Metode Pengeringan Simplisia Terhadap Kapasitas Antioksidan Wedang Uwuh,” J. Ilmu dan Teknol. Pangan, vol. 9, no. 1, p. 88, 2020, doi: 10.24843/itepa.2020.v09.i01.p11.

Downloads

Published

2023-07-01

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2