Pengembangan Beton Precast Modular Berbasis Kearifan Lokal Mapalus Untuk Hunian Masyarakat Berpendapatan Rendah.

Penulis

  • Auradea Nendu Politeknik Negeri Manado
  • Abelita Timbuleng Politeknik Negeri Manado
  • Meitrisia Tunas Politeknik Negeri Manado
  • Marselino Danel Politeknik Negeri Manado
  • Stefani Switly Peginusa
  • Vicky Alexander Assa
  • Denny Boy Pinasang Politeknik Negeri Manado
  • Hellen Grace Mantiri Politeknik Negeri Manado

Abstrak

Tingginya angka backlog perumahan serta ketidakberlanjutan metode konstruksi konvensional menjadi hambatan utama dalam penyediaan rumah layak huni bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan beton precast modular berbasis kearifan lokal Mapalus untuk hunian masyarakat berpendapatan rendah menggunakan kombinasi struktur RUSPIN dan panel dinding pracetak modular tipe 36. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis komparatif kuantitatif untuk mengevaluasi efisiensi teknis, biaya, dan waktu pelaksanaan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan komponen beton pracetak modular ini mampu menekan biaya pembangunan menjadi Rp182.690.460, lebih ekonomis dibandingkan metode konvensional yang mencapai Rp197.908.671. Selain itu, aspek penjadwalan terbukti terpangkas secara masif dari 107 hari menjadi hanya 46 hari kerja. Kelebihan utama dari sistem ini terletak pada bobot komponen yang ringan dengan sambungan kering (baut), sehingga sangat adaptif untuk diintegrasikan dengan sistem rekayasa sosial gotong-royong Mapalus di Minahasa tanpa ketergantungan pada alat berat. Kesimpulan penting dari penelitian ini membuktikan bahwa pengembangan teknologi beton pracetak modular yang disinkronkan dengan kearifan lokal efektif menjadi solusi stimulan penyediaan hunian MBR yang cepat, murah, dan massal.

Kata kunci: beton precast modular, mapalus, masyarakat berpendapatan rendah, ruspin

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-07-19

Terbitan

Bagian

Articles