Kerusakan Perkerasan Jalan Jakarta di Kota Bandung Akibat Pengaruh Beban Lalu Lintas
DOI:
https://doi.org/10.47600/jtst.v6i3.985Abstrak
Jalan Jakarta di Kota Bandung merupakan jalan kelas II yang memiliki fungsi sebagai jalan kolektor sekunder. Berdasarkan ketentuan, jalan kelas II dapat dilewati kendaraan dengan Muatan Sumbu Terberat maksimal sebesar 8 ton, namun pada kenyataannya masih ada kendaraan yang lebih besar. Beban lalu lintas kendaraan merupakan salah satu faktor penyebab kerusakan pada perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban lalu lintas terhadap kerusakan perkerasan jalan yang terjadi di Jalan Jakarta dengan menggunakkan data LHR. Pengambilan data dilakukan selama 7 hari dengan durasi pengambilan selama 24 jam setiap harinya menggunakan metode manual. Selanjutnya data yang sudah didapat diolah untuk mendapatkan nilai Equivalent Standard Axle Load (ESAL) dan truck factor. Hasil dari penelitian ini didapat nilai Truck Factor sebesar 1,9155435 yang lebih besar dari ketentuan yang ditetapkan oleh AASHTO yaitu 1. Dapat disimpulkan kendaraan yang melewati ruas Jalan Jakarta mengalami overload. Selain itu, didapatkan kerusakan yang terjadi di ruas Jalan Jakarta seperti retak kulit buaya, retak pinggir, dan lubang yang disebabkan dari beban lalu lintas dan terdapat juga kerusakan perkerasan lainnya yang diakibatkan faktor lainnya.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Teknik Sipil Terapan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
COPYRIGHT
Jurnal Teknik Sipil Terapan is published under the terms of the Creative Commons Attribution-BY.
LICENSE TO PUBLISH
The use of the journals published in JTST is be governed by the Creative Commons Attribution license as currently displayed on http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/.










