Model “Stay & Grow” dalam Pengembangan Homestay Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir Desa Budo

Authors

  • Alvarianti Maya Natasya Mamile Politeknik Negeri Manado
  • Ega Pitra Politeknik Negeri Manado
  • Deki Andarias Politeknik Negeri Manado

Keywords:

Community-Based Tourism, Desa Wisata, Homestay, Masyarakat Pesisir, Pariwisata Berkelanjutan

Abstract

Pariwisata berbasis komunitas menjadi strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Desa Budo memiliki potensi wisata bahari, budaya lokal, dan ekowisata mangrove yang cukup berkembang, namun pengelolaan homestay masyarakat masih menghadapi berbagai kendala seperti kualitas pelayanan yang belum sesuai standar, keterbatasan promosi digital, dan belum adanya model pengelolaan homestay yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting homestay dan potensi wisata Desa Budo, mengidentifikasi kendala pengelolaan homestay berbasis masyarakat, serta merancang model pengembangan homestay berbasis komunitas “Stay & Grow”. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan pendekatan eksploratori. Data kualitatif diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap masyarakat, pengelola homestay, serta pemerintah desa. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran kuesioner untuk mengukur tingkat kesiapan masyarakat, kualitas layanan, dan persepsi dampak ekonomi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif, SWOT, dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa homestay di Desa Budo memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan desa wisata berbasis masyarakat, didukung oleh keberadaan wisata mangrove, wisata bahari, dan budaya lokal. Namun, kendala utama yang dihadapi pengelola adalah keterbatasan modal pengembangan fasilitas (89%), kurangnya promosi dan pemasaran (95%), serta fluktuasi jumlah wisatawan (74%). Analisis SWOT menunjukkan bahwa kekuatan utama Desa Budo terletak pada potensi wisata pesisir dan keterlibatan masyarakat, sementara kelemahan utamanya adalah rendahnya pemanfaatan teknologi digital dan belum adanya standar pelayanan yang seragam. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian menghasilkan model “Stay & Grow” yang mengintegrasikan peningkatan kualitas pelayanan, pemberdayaan masyarakat, sistem reservasi digital, dan pengembangan paket wisata berbasis potensi lokal. Model ini dinilai mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan homestay serta mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Desa Budo.

Published

2026-06-26