Perancangan Food Court Berbasis Beton Pracetak dengan Inovasi Self Healing Mikrokapsul di Polimdo
Keywords:
Precast Concrete, Food Court, Microcapsule, Microcrack, Self HealingAbstract
Infrastruktur kampus yang andal dan berkelanjutan menjadi kebutuhan mendasar seiring meningkatnya aktivitas civitas akademika. Retak mikro pada beton merupakan salah satu permasalahan yang dapat menurunkan durabilitas dan umur layan struktur bangunan. Penelitian ini bertujuan merancang bangunan Food Court POLIMDO menggunakan sistem beton pracetak yang dipadukan dengan teknologi self-healing concrete berbasis mikrokapsul resin epoksi sebagai solusi konstruksi yang lebih modern, efisien, dan tahan lama. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, perancangan gambar kerja menggunakan AutoCAD, analisis struktur menggunakan ETABS, serta perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) berdasarkan standar SNI 7832:2017 tentang Analisis Harga Satuan Pekerjaan Beton Pracetak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh elemen kolom dan balok memenuhi persyaratan keamanan struktur sesuai SNI 1727:2020. Penggunaan mikrokapsul resin epoksi sebesar 2,5% dari berat semen (dalam rentang optimal 1–3% berdasarkan literatur) pada elemen beton pracetak mampu membantu proses penyembuhan retak mikro secara otomatis sehingga meningkatkan durabilitas struktur. Berdasarkan hasil perhitungan RAB, total biaya struktur beton pracetak dengan self-healing concrete sebesar Rp 995.356.818, sedangkan beton pracetak konvensional sebesar Rp 633.503.190, sehingga terjadi kenaikan biaya sebesar Rp 361.853.628 atau sekitar 57%. Meskipun demikian, teknologi ini berpotensi mengurangi biaya perawatan jangka panjang dan mendukung pengembangan fasilitas kampus yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jovano Christofel Tatuu, Khara Susilo, Silvesters Larwuy, Amelia Tolali, Marchello Sasauw, Switly Peginusa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



