Analisis Utilitas Pemanfaatan Air Hujan (Rainwater Harvesting) pada Bangunan Gedung Gereja Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI)

Authors

  • Marselino Danel Politeknik Negeri Manado
  • Ahmad Abas Politeknik Negeri Manado
  • Sudenroy Mentang Politeknik Negeri Manado
  • Franky Tombokan Politeknik Negeri Manado

Keywords:

air hujan, filtrasi, rainwater harvesting, sistem utilitas, SNI

Abstract

Bangunan ibadah seperti gedung gereja memiliki karakteristik fluktuasi pola konsumsi air yang sangat spesifik, di mana puncak beban pemakaian terjadi pada akhir pekan atau hari raya keagamaan. Wilayah Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, dikenal memiliki potensi curah hujan tahunan yang sangat tinggi, namun limpasan air hujan dari atap gedung gereja belum dikelola secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem utilitas pemanenan air hujan (rainwater harvesting) yang terintegrasi pada bangunan gedung gereja guna mengoptimalkan penggunaan air non-potabel dan mendukung konsep infrastruktur hijau berkelanjutan. Metode yang digunakan bersifat deskriptif-kuantitatif dengan pendekatan perhitungan teknis mengacu pada SNI 6725.1:2015, SNI 8153:2015, dan SNI 8456:2017. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem dapat menghasilkan volume air hujan rata-rata jauh melebihi kebutuhan harian sebesar 1.000 liter/hari dengan dimensi Ground Water Tank (GWT) 2 m × 1 m × 2 m dan Roof Tank berkapasitas minimal 300 liter. Sistem filtrasi bertingkat menggunakan pasir silika, karbon aktif, dan kerikil terbukti efektif memurnikan kualitas fisik air hujan untuk kebutuhan non-potabel. Kesimpulannya, sistem pemanenan air hujan pada gedung gereja sangat layak diterapkan sebagai solusi konservasi air dan pengurangan beban drainase kawasan.

Published

2026-06-26