Evaluasi Kerentanan Gedung Asrama dengan Metode RVS FEMA 154: Studi Dampak Degradasi Material Atap Baja Akibat Paparan Kelembaban dan Sulfur Tinggi
Kata Kunci:
Rapid Visual Screening, FEMA 154, Kerentanan Seismik, Korosi Baja, Lingkungan Bersulfur, Gedung AsramaAbstrak
Gedung asrama merupakan fasilitas hunian dengan kepadatan penghuni tinggi yang menuntut tingkat keamanan struktural yang memadai. Penelitian ini mengevaluasi tingkat kerentanan seismik gedung asrama A menggunakan metode Rapid Visual Screening (RVS) sesuai panduan FEMA 154 Edisi 3, dengan fokus khusus pada dampak degradasi material rangka atap baja akibat lingkungan yang lembab dan memiliki kandungan sulfur tinggi. Kondisi lingkungan agresif ini menyebabkan korosi parah pada elemen baja, yang berpotensi mengurangi kekakuan, kapasitas dukung, dan integritas sambungan struktur atap. Metode penelitian meliputi inspeksi visual terstruktur, pemetaan tingkat korosi, dan perhitungan skor RVS dengan menerapkan Score Modifiers untuk mengakomodasi penurunan kinerja material. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa skor dasar (Base Score) gedung mengalami penurunan signifikan setelah faktor modifikasi akibat degradasi material diperhitungkan. Skor akhir yang berada di bawah nilai ambang batas (cut-off score) mengindikasikan bahwa gedung tersebut memiliki kerentanan seismik tinggi dan memerlukan evaluasi detail (detailed evaluation) serta tindakan mitigasi segera, seperti perkuatan atau penggantian elemen rangka atap yang terkorosi. Studi ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan faktor degradasi lingkungan non-seismik ke dalam protokol penilaian kerentanan seismik standar.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Citra PryscillIa Sinaulan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



