Penerapan Manajemen Pariwisata Berbasis Website di Desa Wisata Wiau Lapi Kecamatan Tareran
Keywords:
Manajemen Pariwisata, Website, Desa Wiau LapiAbstract
Pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakat Mahasiswa (PPM–M) ini dilaksanakan di Desa wisata Wiau Lapi kecamatan tareran pada hari sabtu, 21 september 2024
bertujuan untuk meningkatkan percepatan informasi dan pelayanan kepada masyarakat dan program–program serta kegiatan desa. Desa Wiau Lapi salah satu desa wisata yang ada di Kecamatan Tareran yang memiliki potensi-potensi untuk pengembangan pariwisata dan budaya lokal. Masyarakat, PKM Penerapan Manajemen Pariwisata Berbasis Website di Desa Wisata Wiau Lapi Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan.
Desa Wiau Lapi dalam 2 (dua) tahun terakhir ini banyak mengalami kemajuan dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat lewat kinerja secara holistik yang diberikan oleh Kepala Desa dan para perangkat desa yang ada. Pengabdian Pada Masyarakat Mahasiswa (PPM-M) ini menawarkan solusi bagi mitra dengan menerapkan informasi administrasi lewat website di Desa Wisata Wiau Lapi Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan.
Adapun mitra dalam pelaksanaan PPM-M ini adalah pemerintah Desa Wiau Lapi Kecamatan Tareran. Pelaksanaan kegiatan direncanakan selama 5 (lima) bulan dengan luaran yang diharapkan adalah Laporan Akhir, publikasi media cetak dan online, poster, serta video kegiatan (unggah di cannel youtube P3M Polimdo) serta publikasi jurnal.
Salah satu keunggulan yang diraih adalah sebagai desa terbaik terkait penataan desa, implementasi program-program desa dan pengelolaan keuangan desa serta prestasi-prestasi lainnya. Pemilihan lokasi tempat pengabdian ini dilakukan lewat wawancara langsung ke Kepala Desa dan beberapa perangkat desa yang ada, di mana terbaiknya yang dilakukan selama ini, masih dianggap kurang dan lemah untuk percepatan informasi kepada masyarakat terkait hal-hal yang wajib dilakukan oleh pemerintah desa untuk diketahui oleh masyarakat. Aplikatif digunakan untuk tutorial penggunaan aplikasi website. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap, meliputi: (1) pengetahuan pengelolaan dan adminitrasi desa menggunakan website; (2) sosialisasikan informasi dengan menggunakan website kepada masyarakat. Penerapan teknologi dalam era digital memudahkan urusan masyarakat dalam kebutuhan informasi untuk pengurusan administrasi sesuai kebutuhan. Percepatan informasi kepada masyarakat sebagai bentuk pelayanan prima dan promosi ke masyarakat luas.