Model Konseptual Pemanfaatan Surplus Energi PLTS untuk Produksi Es Balok pada Rakit Rumah Apung
DOI:
https://doi.org/10.65485/elektrik.v5i1.1300Kata Kunci:
PLTS, surplus energi, rumah apung, productive load, es balokAbstrak
Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada rumah apung menjadi salah satu solusi penyediaan energi listrik mandiri di wilayah perairan. Namun, pada kondisi intensitas radiasi matahari tinggi dan kebutuhan beban yang relatif rendah, baterai sering mencapai kondisi pengisian penuh sehingga sebagian energi listrik yang dihasilkan panel surya tidak termanfaatkan secara optimal. Selain itu, durasi baterai yang terlalu lama berada pada kondisi State of Charge (SOC) tinggi berpotensi mempercepat penurunan performa dan umur pakai baterai. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model konseptual pemanfaatan surplus energi PLTS untuk produksi es balok pada rumah apung melalui penggunaan freezer sebagai beban produktif (productive load). Metode yang digunakan adalah analisis konseptual berbasis neraca energi yang meliputi identifikasi karakteristik sistem PLTS 700 Wp dengan baterai 24 V 200 Ah, analisis produksi energi, identifikasi surplus energi, pemodelan freezer berkapasitas 200–500 liter, serta estimasi potensi produksi es berdasarkan energi yang tersedia. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem PLTS berpotensi menghasilkan energi harian sekitar 2,8 kWh, dengan surplus energi sekitar 1,2 kWh per hari setelah kebutuhan beban utama terpenuhi. Surplus energi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengoperasikan freezer dan menghasilkan sekitar 5–6 kg es per hari. Selain meningkatkan pemanfaatan energi surya, penggunaan freezer sebagai beban produktif berpotensi mengurangi durasi baterai berada pada kondisi SOC tinggi sehingga mendukung pengelolaan energi yang lebih efektif. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan surplus energi PLTS untuk produksi es balok merupakan pendekatan yang menjanjikan dalam meningkatkan utilisasi energi surya sekaligus mendukung kebutuhan rantai dingin perikanan pada rumah apung skala kecil.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Leony Ariesta Wenno, Henny A. B. Lesnussa, Arnold Rondonuwu, Samsu Tuwongkesong, Tony Wungkana

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.






