Penilaian Kinerja Lalu Lintas Jalan Garuda – Abdul Rahman Saleh Pasca Pembangunan Flyover Nurtanio Kota Bandung

Penulis

  • Alvin Agustian
  • Fatwa Aprilda Santausa Politeknik Negeri Bandung
  • Risna Rismiana Sari Politeknik Negeri Bandung

DOI:

https://doi.org/10.47600/jtst.v8i2.1378

Abstrak

Peningkatan volume kendaraan di kawasan perkotaan turut memicu kemacetan, tundaan, serta penurunan kinerja jalan. Pemerintah Kota Bandung merespons kondisi tersebut dengan membangun Flyover Nurtanio yang menghubungkan Jalan Garuda dan Jalan Abdul Rahman Saleh guna menghilangkan konflik lalu lintas pada perlintasan sebidang kereta api. Penilaian ini bertujuan menentukan kapasitas ruas jalan, kinerja lalu lintas, dan tingkat pelayanan (Level of Service/LoS) pada ruas tersebut, mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 14 Tahun 2006. Metode yang diterapkan meliputi studi literatur, survei lapangan, dan analisis kuantitatif. Data primer berupa volume arus lalu lintas dan waktu tempuh kendaraan dikumpulkan melalui traffic counting, sedangkan data sekunder mencakup kondisi geometrik jalan, tata guna lahan, dan jumlah penduduk. Hasil analisis menunjukkan kapasitas ruas Flyover Nurtanio sebesar 2.660 SMP/jam dan ruas frontage sebesar 1.564 SMP/jam. Derajat kejenuhan tertinggi terjadi pada flyover, yaitu 1,19 dengan kategori LoS F, menandakan volume lalu lintas melampaui kapasitas. Ruas frontage memiliki derajat kejenuhan 0,08–0,34 dengan LoS D hingga E akibat keterbatasan geometrik dan rendahnya kecepatan kendaraan. Secara umum, pembangunan flyover berhasil menghilangkan hambatan akibat perlintasan sebidang, tetapi kinerja lalu lintas pada ruas flyover masih belum optimal sehingga diperlukan pengelolaan lalu lintas lanjutan.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-09-01

Terbitan

Bagian

Articles