Program Penerapan IPTEK Pada Masyarakat Kelurahan Kakaskasen Dua Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon

Authors

  • Estrellita V. Y. Waney Politeknik Negeri Manado
  • Debby Willar Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado
  • Deyke J. F. Mandang Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado
  • Sherley Runtunuwu Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado

Keywords:

Rumah, Tahan Gempa, Biaya Ekonomis

Abstract

Kelurahan Kakaskasen Dua dengan luas area 378 Ha yang sebagian besar wilayahnya dikelilingi oleh lahan
pertanian, perkebunan sayuran dan bunga menjadikan mata pencaharian masyarakat mayoritas adalah
petani/pekebun, buruh tani/perkebunan. Juga terdapat tukang batu, tukang kayu, buruh bangunan serta
buruh harian lepas. Posisi letak wilayah kelurahan ini terdapat pada daerah dataran tinggi yang diapit oleh
dua gunung berapi yang masih aktif yaitu Gunung Lokon dengan ketinggian 1.579,6 m dpl dan Gunung
Mahawu dengan ketinggian 1.33,0 m dpl. Dengan demikian daerah pegunungan Kakaskasen Dua
berpotensi terhadap gerakan tanah, bahaya letusan gunung berapi, dan gempa vulkanik. Berdasarkan
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tomohon 2013-2033, Kelurahan Kakaskasen Dua dinyatakan sebagai
Pusat Pelayanan Lingkungan. Juga, Kota Tomohon sangat rawan terhadap gempa bumi, sehingga
pengelolaannya diarahkan untuk mengupayakan pembangunan gedung dengan konstruksi yang tahan
terhadap gempa dan tidak mendirikan bangunan pada daerah yang berlereng labil. Namun pada
kenyataannya, keadaan masyarakat yang tidak terlalu memahami pembangunan dan rancangan rumah
tempat tinggal untuk mendukung permukiman yang aman terhadap gempa dan tertata kondusif menjadi
kendala utama saat ini. Sejalan dengan berkembangnya situasi terkini dimana daerah ini sudah dinyatakan
sebagai Desa Wisata untuk Kecamatan Tomohon Utara maka pemerintah perlu secara aktif dan kreatif
mengusahakan warga masyarakatnya untuk meningkatkan kualitas baik sumber daya manusia maupun
pendukung lainnya. Hal ini dapat diwujudkan dengan menyediakan program-program yang dapat
membekali masyarakat agar memiliki pengetahuan dan keterampilan membangun rumah tempat tinggal
yang aman terhadap gempa, tertata kondusif dan ekonomis sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan
masyarakat. Untuk mengatasi kendala mitra PIM tersebut, maka Tim Pelaksana PIM Jurusan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Manado tahun 2024 yang terdiri dari 3 dosen dan 3 mahasiswa akan melaksanakan
kegiatan beberapa pelatihan bagi masyarakat Kelurahan Kakaskasen Dua, yaitu: (1) pelatihan perencanaan
konstruksi rumah tempat tinggal yang lebih aman dari gempa, dan (2) pelatihan membangun rumah dengan
anggaran biaya yang ekonomis.

Downloads

Published

2024-12-02